Selasa, 17 Desember 2013

Saya hari ini belajar tentang kehidupan dari orang-rang yang berlalu lalang setiap harinya di hadapan saya,
ketika jabatan , harta , ketampanan , kecantikan, keahlian dan semua hal yang di pandang sebagai kelebihan menjadi sebab rimbunnya keangkuhan.

karena harta,tahta,ketampanan,kecantikan dan segala kelebihan lainnya, banyak orang yang bermetamorfosa dari dirinya yang sejati, yaitu seorang HAMBA dari SANG MAHA.

Lupa akan hakikat ia di cipta, lupa akan ke AKBAR-an sang Maha Kuasa.

tidak lah pantas kita membusungkan dada , berjalan tegak dengan tatap mata seolah yang lain tak lebih hebat. sementara sejatinya kita adalah hamba yang sangat lemah dan pongah.
 
Tampaknya ini  yang di ajarkan dari arti "rendah hati" , ia merunduk ketika isi dan kualitasnya semakin meninggi, ia merendah sekalipun kualitas dirinya mengangkasa.

dan untuk kalian yang di berikan "kelebihan" semu ituy, aku ingin sampaikan bahwa : mulianya manusia bukan dari apa yang kau miliki di dunia. Namun kemuliaan seseorang adalah dari seberapa banyak ia memberikan manfaat untuk orang lain. mulia nya seseorang adalah ketika kau tidak lupa dan menyembah-NYA.

lalu masih pantaskah kita angkuh? sombong?
_Ale_  17-12-2013
@GajahmadaLt6


belajarlah dari sang padi, yang semakin berisi ia semakin merunduk
 


Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit 
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau 

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, 
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan 

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya 
Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang Membawa orang ke mata air 

Tidaklah semua menjadi kapten tentu harus ada awak kapalnya…. 

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu 

Jadilah saja dirimu…. Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

~ Taufik Ismail ~

Senin, 16 Desember 2013

Sajak Atas Nama 

Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan 
Ada yang atasnama negara merampok negara 
Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat 
Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia 
Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan 
Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan 
Ada yang atasnama perdamaian mengusik kedamaian 
Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan 
Maka atasnama apa saja atau siapa saja 
 Kirimlah laknat kalian 
Atau atasnamaKu perangilah mereka! 
 Dengan kasih sayang! 

Rembang, Agustus 1997. - Mustofa Bisri –


Senin, 03 Juni 2013

Tuhan, Kau lahirkan aku tak pernah kuminta 
Dan aku tahu, sebelum aku Kau ciptakan Berjuta tahun,
 tak berhingga lamanya Engkau terus menerus mencipta berbagai ragam Tuhan, 
pantaskah Engkau memberikan hidup sesingkat ini 
 Dari berjuta-juta tahun kemahakayaan-Mu 
 Setetes air dalam samudra tak bertepi Alangkah kikirnya Engkau, dengan kemahakayaan-Mu 
 Dan Tuhanku, dalam hatikulah Engkau perkasa bersemayam 
Bersyukur sepenuhnya akan kekayaan 
kemungkinan Terus menerus limpah ruah Engkau curahkan
 Meski kuinsyaf, kekecilan dekat dan kedaifanku Di bawah kemahakuasaan-Mu,
 dalam kemahaluasan kerajaan-Mu Dengan tenaga imajinasi Engkau limpahkan
 Aku dapat mengikuti dan meniru permainan-Mu
 Girang berkhayal dan mencipta berbagai ragam 
Terpesona sendiri menikmati keindahan ciptaanku 
Aahh, Tuhan Dalam kepenuhan terliput kecerahan sinar cahaya-Mu
 Menyerah kepada kebesaran dan kemuliaan kasih-mu 
Aku, akan memakai kesanggupan dan kemungkinan Sebanyak dan seluas itu 
Kau limpahkan kepadaku Jauh mengatasi mahluk lain
 Kau cipatakan Sebagai khalifah yang penuh menerima sinar cahaya-Mu 
Dalam kemahaluasan kerajaan-Mu Tak adalah pilihan, 
dari bersyukur dan bahagia, bekerja dan mencipta 
Dengan kecerahan kesadaran dan kepenuhan jiwa 
 Tidak tanggung tidak alang kepalang 
Ya Allah Ya Rabbi Sekelumit hidup yang Engkau hadiahkan dalam kebesaran dan kedalaman kasih-Mu, 
tiada berwatas akan kukembangkan, semarak,
semekar-mekarnya sampai saat terakhir nafasku Kau relakan
 Ketika Engkau memanggilku kembali kehadirat-Mu 
 Ke dalam kegaiban rahasia keabadian-Mu 
Dimana aku menyerah tulus sepenuh hati Kepada keagungan kekudusan-Mu, 
 Cahaya segala cahaya

_ Sutan Takdir Alisyahbana_

Jumat, 26 April 2013

Ketika saya di tanya

Ketika Saya diTanya

Ketika saya di tanya : "siapa orang SUKSES menurut anda?"

Jawab saya adalah :"ORANG TUA yang berdiri di samping saya, yang tak lelah berbuat & berpeluh keringat untuk anaknya"

Ketika di tanya : "siapa orang HEBAT menurut anda?"

Tak ragu saya jawab : "SEPASANG MALAIKAT saya, yang tak habis semangat mendidik anak-anaknya sekalipun tak sedikitpun harap bagaimana kelak mereka akan di balas mereka"

 Jika ada yang bertanya : "siapa orang KUAT menurut anda?"

Jelas jawabnya : "MAMAK-BAPAK saya, sepasang dewi dan arjuna yang memikul seberat apapun amanah untuk anak-anaknya, sekalipun betapa ringkih dan terseoknya mereka berusaha untuk itu"

Maka jangan tanya kepada saya tentang siapa yang paling SUKSES, paling HEBAT dan paling KUAT.  karena kalian hanya akan mendapat satu jawaban SERUPA : mereka adalah bapakku YAHYA.M.SAID dan mamakku SITI JAHARA.

Aku bersaksi atas segala kebaikan kalian, kemurnian cinta kalian dan ketuluisan pengorbanan kalian. semoga Allah menjaga kalian, menyehatkan kalian, memelihara senyum di wajah tua kalian, dan memberikan berkah bagi 'amal kalian.

Semoga Allah memepertemukan kita kelak semuanya di Jannah-NYA. Aku Cinta Kalian karena Allah.

_aLe , 26/04/13_
  

foto : saat mengantarkanku menuju jenjang pernikahan 13-01-13.
 

Senin, 18 Februari 2013

_kisah Dego (merasa) Pintar_ Alkisah di suatu zaman, terdapat seorang pria bernama Dego. merasa lebih pintar dibanding orang lain di sekitar. merasa lebih hebat dibanding para sahabat merasa lebih jago,padahal bodoh. begitulah Dego. lahir lebih dulu membuatnya besar kepala menganggap diri mampu menyelesaikan segala, nyatanya tak lebih dari sekedar bola, kesana ..... kemari..... lalu kembali kesana, sesaat kemudian kemari. tanpa ada yang di capainya namanya Dego, dengan hiasan topi kebesaran, berjalan dengan dada di busung-busungkan. menyembunyikan daya otak yang kekecilan. tak lebih besar dari topi yang di kenakan. sialnya , dego punya induk semang yang selalu memujinya. tak peduli bagaimana dego bercerita. kelakarnya senantiasa dianggap prestasi. sementara, yang lain seolah hiasan basa basi. dia berkata: "aku hebat,3 tahun lalu sendiri dan bisa selesaikan semua" hahahahaaaa nyatanya masa lalu bukan MASA KINI. DuLu bukanlah Sekarang. bandingkan zaman seolah tak ada perubahan. tapi dasar orang bodoh,bicara saja tak ada isinya. begitulah cerita sang dego tentang dirinya , kerja "kerdilnya" , induk semangnya tentang kawannya, tentang kebodohannya.